Siapkan Dirimu Menjadi Software Developer Bersama COMPTA

Profesi Software Developer sendiri bertugas menciptakan suatu aplikasi sesuai kebutuhan, menganalisis persyaratan software dan menentukan langkah perancangan software secara spesifik. Seorang Software Developer memerlukan pengetahuan coding, dan ketepatan dalam menilai kebutuhan sistem, memiliki ide pengembangan software, dan kemampuan dalam berkolaborasi dengan user, desainer, serta system analyst. Maka dari itu, COMPTA dihadirkan untuk membantu seseorang yang ingin belajar bagaimana menjadi seorang software developer!

Get Started

01

FrontEnd Developer, kamu siap jadi FrontEnd Developer handal? mulai darimana?

Read More

02

BackEnd Developer, kamu siap jadi BackEnd Developer handal? mulai darimana?

Read More

03

FullStack Developer, kamu siap jadi FullStack Developer handal? mulai darimana?

Read More

FrontEnd

Sebagai FrontEnd Developer, kita bekerja dalam mengelola dan mengembangkan tampilan sebuah aplikasi atau website. Terdapat banyak hal yang biasa dilakukan oleh FrontEnd Developer yaitu mengkombiasikan teknik desain, teknologi, dan pemrograman untuk menghasilkan tampilan situs web yang menarik, interaktif, serta menangani debugging (masalah) yang terjadi. Minat menjadi FrontEnd Developer tapi gatau mulai darimana? COMPTA hadir untuk membantu kalian meraih impian kalian menjadi FrontEnd Developer. Apa saja yang dipelajari seputar FrontEnd seperti yang tampil di box sebelah kanan.

Apa Saja yang Harus Kamu Pelajari untuk Mejadi FrontEnd Developer?

Halo!!! Pastinya kalian sudah siap kan menjadi FrontEnd Developer? Yuk belajar bareng COMPTA. Sebelum kita bahas apa saja yang dipelajari seorang FrontEnd Developer, harusnya kita tahu terlebih dahulu apa saja tugas dari seorang FrontEnd Developer. Berikut ini tugas-tugasnya

  1. Mengoptimalkan User Experience supaya program dapat diakses oleh pengguna dengan cepat
  2. Menggunakan HTML, CSS, dan Javascript sebagai andalan dalam membuat tampilan program yang user friendly
  3. Mengembangkan dan maintaining User Interface agar grafis program berkualitas tinggi
  4. Memperbaiki bug
  5. Menerapkan desain responsif untuk program di semua device
  6. Membuat tools yang meningktakan interaksi situs terlepas dari browser
01

HTML & CSS

HTML dan CSS adalah bagaikan blok bangunan paling dasar dari software development. Tanpa kedua keterampilan ini, kamu tidak dapat membuat desain website yang menarik pengguna, melainkan kamu hanya memiliki barisan teks biasa yang tidak diformat di layar device pengguna. Maka dari itu, sebelum kamu memulai jalur karir software development apapun, baik itu pengembangan web atau aplikasi kamu harus menguasai pengkodean dengan HTML dan CSS.

Read More
02

Javascript

Kegunaan Javascript dalam pembangunan program adalah membuat dan mengontrol hal-hal seperti peta yang diperbarui secara real time, film interaktif, dan game onlilne. Situs seperti Pinterest menggunakan banyak sintaks Javascript untuk membuat User Interface mereka mudah digunakan dengan fakta bahwa halaman tidak memuat ulang setiap kali kamu menyematkan sesuatu. Jadi, terlepas dari rencana karir kamu sebagai FrontEnd Developer adalah hal yang sangat berharga untuk mempelajari Javascript.

Read More
03

JQuery

JQuery adlaah library Javascript yang mana merupakan kumpulan plugin dan extension yang membuat proses pengembangan dengan JavaScript lebih cepat dan lebih mudah. jQuery memungkinkan developer menambahkan elemen bawaan siap pakai ke program yang dibuat daripada harus membuat semua kode dasar dari awal, setelah itu kamu sesuaikan seperlunya. Kamu bisa menggunakan jQuery untuk hal-hal seperti timer waktu mundur, fitur autocomplete form.

Read More
04

Framework

CSS dan framework front end (yang paling populer adalah Bootstrap) digunakan untuk kebutuhan penulisan CSS yang mana framework JavaScript juga lakukan untuk JavaScript. Framework front end ini membuat kamu bisa melakukan coding dengan lebih cepat. Sebagian besar daftar tugas front end developer adalah membuat kamu terbiasa dengan cara kerja framework ini dan cara menggunakannya.

Read More
05

CSS Preprocessor

Preprocessor adalah elemen lain yang bisa digunakan oleh pengembang front-end untuk mempercepat pengkodean CSS. Preprocessor CSS menambahkan fungsionalitas ekstra ke sintaks CSS untuk menjaga agar CSS kita dapat terukur dan lebih mudah digunakan. Preprocessor CSS memproses kode CSS sebelum kamu menerapkannya ke website dan mengubahnya menjadi CSS yang diformat dengan baik dan cross-browser friendly. Sass dan LESS adalah dua macam preprocessor yang paling banyak diminati para developer.

Read More
06

Responsive Design

Mungkin diantara banyak pengguna kecanggihan teknologi di Indonesia, kamu pasti lebih suka mengakses internet dari smartphone daripada dari komputer desktop. Alasan itulah yang membuat keterampilan pembuatan desain responsif dan berbasis mobile sangat penting bagi perusahaan IT. Desain responsif adalah tata letak atau layout situs (terkadang fungsionalitas dan konten) yang bisa berubah-ubah berdasarkan ukuran layar dan perangkat yang digunakan seseorang.

Read More
07

Platform CMS

Hampir setiap website yang ada di luaran sana dibangun di atas sistem bernama CMS atau kependekan dari Content Management System. CMS yang paling populer di seluruh dunia adalah WordPress yang menjadi platform dasar dari jutaan situs web. Diketahui sudah hampir 60% website telah menggunakan WordPress sebagai CMS. Sebagai calon front end programmer, keterampilan CMS berpotensi memberi kamu banyak manfaat dan keunggulan dalam urusan mendapatkan pekerjaan.

Read More
08

Testing

Tak hanya back end developer yang akan menemukan bug atau error, front end developer adalah bidang developer yang juga berkutat dengan error. Oleh karena itu, familiar dengan testing dan debugging adalah sebuah keharusan. Jenis pengujian umum lainnya adalah pengujian UI atau juga disebut acceptance testing, browser testing, dan functional testing. Pengujian ini membuat kamu memeriksa dan memastikan bahwa program berfungsi sebagaimana mestinya ketika digunakan oleh target user.

Read More
09

Git dan VCS

Sistem kontrol version adalah sistem monitoring perubahan kode program yang telah dibuat dari waktu ke waktu. Sistem ini juga memudahkan kamu untuk kembali ke versi program sebelumnya ketika kamu melakukan suatu kesalahan misalnya menghapus kode penting. Git adalah sistem yang paling banyak digunakan untuk permasalah itu. Git adalah sistem manajemen kontrol versi yang dapat diinstal menggunakan command line. Mengetahui cara menggunakan Git akan menjadi persyaratan untuk hampir semua pekerjaan developer, baik itu pengembangan front-end, pengembangan back-end, atau pengembangan full stack.

Read More

BackEnd

Back end developer adalah salah satu bagian penting dalam pengembangan aplikasi atau website. Pasalnya, website dan aplikasi tidak hanya dikembangkan tampilan luarnya saja. Namun ada sisi server yang justru menjadi “nyawa” bagi software tersebut. Belakangan ini, banyak orang yang tertarik untuk menekuni profssi sebagai back end developer. Hal tersebut juga didukung oleh kebutuhan dunia kerja yang memang tinggi. Back end developer adalah seseorang yang bekerja dalam merancang atau mengembangkan software di sisi server yang berkaitan dengan logika, database, scripting, dan arsitektur dari sebuah website. Bisa dikatakan juga back end ini mesin balik layar yang tidak terlihat oleh user akhir.

Apa Saja yang Harus Kamu Pelajari untuk Mejadi BackEnd Developer?

Halo!!! Pastinya kalian sudah siap kan menjadi BackEnd Developer? Yuk belajar bareng COMPTA. Sebelum kita bahas apa saja yang dipelajari seorang FrontEnd Developer, harusnya kita tahu terlebih dahulu apa saja tugas dari seorang FrontEnd Developer. Berikut ini tugas-tugasnya

  1. Merancang struktur model data
  2. Menciptakan, mengintegrasikan, dan mengelola database
  3. Mengatasi setiap permasalahan yang muncul di sisi server
  4. Integrasi cloud computing
  5. Menggunakan bahasa pemrograman server-side
  6. Intregrasi API
  7. Melaporkan analisis dan statistik
  8. Pengaturan keamanan dan pencegahan peretasan
01

Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman yang umumnya digunakan oleh back end developer adalah PHP. Fungsinya yaitu untuk mengembangkan aplikasi dalam website yang terhubung dengan server. Selain itu ada juga Python, bahasa pemrograman ini juga sering digunakan untuk mengelola aplikasi website. Salah satu fungsinya adalah untuk melakukan otomatisasi sistem. Ruby, fungsinya kurang lebih sama seperti Python. Ruby juga bisa digunakan untuk analisis data dan prototyping. Javascript, selain digunakan untuk front-end, JavaScript juga biasa digunakan untuk back end. Contohnya melalui Node.js.

Read More
02

Web Server

Seorang BackEnd Developer perlu memastikan bahwa hubungan antara website dengan server bisa berjalan dengan baik, tentu mereka harus memahami cara mengelola web server. Tapi, web server itu apa sih?
Web server sendiri adalah software yang dapat memproses request dari pengunjung website. Sehingga kemudian browser dapat menampilkan halaman website sesuai dengan request pengunjung. Saat ini, web server yang paling banyak digunakan adalah Apache dan NGINX. Kamu juga bisa mempelajari web server tercepat, yaitu LiteSpeed.

Read More
03

Database

Database merupakan salah satu bagian terpenting dari website. Karena di sanalah seluruh data website tersimpan. Dengan melatih kemampuan mengelola database, kamu bisa dengan mudah mengatur data di dalam database. Nah, ada dua jenis database yang bisa kamu pelajari, yaitu SQL dan NoSQL. SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola database relasional. Beberapa contoh database SQL adalah PostgreSQL, Sybase, dan Oracle. Yang kedua, NoSQL bisa digunakan untuk mengelola database yang sifatnya tidak relasional. Contohnya seperti MongoDB dan CloudDB.

Read More
04

Framework

Sebagian besar pekerjaan back end developer adalah melakukan coding. Untungnya, ada. Kamu cukup mempelajari berbagai framework back end. Tiap bahasa pemrograman memiliki framework yang berbeda, contohnya PHP memiliki framework yang bernama CodeIgniter dan Laravel. Bahasa Python memiliki framework contohnya Flask, Django, dan CherryPy. Bahasa Ruby dengan frameworknya Roda, Rails, dan Sinatra. Fungsi framework adalah untuk menyajikan kerangka yang dapat mempermudah programmer untuk mengembangkan atau mengelola software.

Read More
05

Pengelolaan API

Application Programming Interface (API) adalah sekumpulan kode yang memungkinkan suatu software untuk berinteraksi dengan software lainnya. Bisa dibilang, fungsi API sama seperti fungsi bahasa pada manusia. Dengan mempelajari API, kamu bisa membuat interaksi antar software. Seorang BackEnd Developer perlu mempelajari API agar dapat membuat website yang dibuat dapat terhubung dengan banyak software. Contohnya, kita dapat menghubungkan website dengan aplikasi Android

Read More
06

Git

Saat melalui proses coding, pasti ada banyak perubahan yang dilakukan oleh back end developer. Nah, untuk merekam setiap perubahan yang dilakukan pada kodenya, mereka perlu menggunakan version control system (VCS). VCS sangat berguna jika kamu sedang mengerjakan suatu proyek yang kompleks. Contohnya, jika ada kode yang mengalami error, tinggal melihat histori perubahannya dan melakukan perbaikan sesuai yang dibutuhkan. VCS yang paling populer adalah Git. Untuk kalian yang ingin menggunakan Git, kalian bisa mempelajari platform Git yang paling populer, yaitu Github.

Read More
07

Sistem Keamanan

Sebagai BackEnd Developer juga harus bisa mengidentifikasi celah keamanan yang ada di dalam website. Terutama “bagian dalam” website, karena bagian ini rentan ditembus oleh hacker. Cara yang sering mereka gunakan untuk mengamankan website adalah dengan melakukan hashing, yaitu mengenkripsi setiap data yang masuk menjadi karakter unik. Sehingga, hacker tidak bisa membobol datanya. Itu baru sebagian, masih banyak lagi cara-cara yang bisa kalian pelajari untuk membuat sistem keamanan website semakin kuat.

Read More

Fullstack

Sebelum mempelajari mengenai fullstack developer, pastinya kalinya sudah mengetahui apa itu front end dan back end developer. Jadi full stack developer adalah orang yang mengerjakan tugasnya front-end dan back-end developer sekaligus. Secara garis besar, full stack developer adalah seseorang yang nyaman bekerja atau merangkap tugas sebagai back end dan front end developer. Lebih spesifiknya, developer bisa bekerja dengan javascript, PHP, java, database (backend) dan juga bisa mengkonversi desain ke dalam kode pemrograman seperti HTML, CSS, XML (front end). Untuk menjadi seorang full stack developer tidak harus menguasai semua teknologi.

Apa Saja yang Harus Kamu Pelajari untuk Mejadi Fullstack Developer?

Khawatir berapa banyak materi yang harus kamu pelajari untuk menjadi Fullstack Developer? Tenang aja, COMPTA selalu ada untukmu. Sebelum membahas materi, yuk pahami dulu apa saja tugas-tugas seorang Fullstack itu!! Tugasnya antara lain

  1. Memahami User Interface (UI)
  2. Memahami User Experience (UX)
  3. Membuat tampilan website/aplikasi menggunakan tools FrontEnd
  4. Mengelola Database
  5. Menjaga keamanan website/aplikasi
  6. Mengolah data yang diperlukan menggunakan bahasa pemrograman Backend
  7. Mengelola struktur dan content management
01

HTML & CSS

Langkah paling mendasar untuk menjadi seorang Fullstack Developer adalah menguasai HTML dan CSS, yang dimana keduanya sebagai dasar dalam pengembangan web/membangun program. HTML digunakan untuk membangun struktur website. Sedangkan, CSS berfungsi untuk mendesain dan mengatur halaman website agar terlihat menarik. Menguasai keduanya sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Apalagi HTML dan CSS bukan termasuk bahasa pemrograman. Tetapi lebih ke bahasa struktur yang memiliki perintah-perintah sederhana.

Read More
02

Javascript

JavaScript sangat berguna untuk menghasilkan website / aplikasi menjadi interaktif. Ia dapat menciptakan fungsi dari yang sederhana hingga kompleks, seperti tombol, layout, hingga popup. Sebagai Fullstack, kalian wajib memahami cara penggunaan DOM (Document Object Model) dan JSON (JavaScript Object Notation), memahami fitur-fitur bahasa penting seperti komposisi fungsional, prototypal inheritance, closures, ruang lingkup (scope), callback. Menguasai bundle modul, dan yang terakhir menguasai setidaknya satu framework JavaScript seperti Angular Js, React, dll.

Read More
03

BackEnd Language

Menguasai front-end saja tidak cukup untuk menjadi full stack developer. Back-end juga perlu dikuasai. Salah satunya diawali dengan memahami bahasa pemrograman. Dari sekian jenis jenis bahasa pemrograman, beberapa diantaranya yang sering digunakan adalah JavaScript, Phyton, Java, Ruby, PhP dan C++. Sama dengan front-end yang wajib memahami HTML, CSS, dan JavaScript untuk membuat struktur website, di back-end bahasa pemrograman sangatlah penting untuk memahami: cara kerja database, user authentication, application logic dan mengintegrasikan segala fungsi yang ada di front-end.

Read More
04

Database dan Web Storage

Setiap aplikasi atau website akan memerlukan database untuk menyimpan data. Sebagai full stack developer, setidaknya wajib buat Anda untuk menguasai satu atau dua sistem manajemen database dan cara kerjanya.  Beberapa sistem manajemen database yang saat ini populer adalah MySQL, MongoDB, Redis, Oracle, dan SQL Server. Pelajari pula cara penggunaan web storage untuk menyimpan sessions, cache dan cookies.

Read More
05

Mengenal HTTP & REST

Full stack developer adalah orang yang juga perlu tahu bagaimana cara kerja HTTP dan REST. HTTP adalah protokol dalam jaringan yang berfungsi untuk mentransfer dokumen, file, gambar, video, antar komputer. Sedangkan REST (Representational State Transfer) merupakan standar metode komunikasi yang menggunakan protokol HTTP dan sering diterapkan untuk pengembangan website. Tujuan REST itu sendiri adalah untuk membuat sistem website bisa bekerja cepat dan mudah. Pahami juga Chrome DevTools, apa itu sertivikasi SSL, dan HTTP/2 HTTP/3.

Read More
06

Menggunakan GIT

Setiap kali mengerjakan suatu proyek website atau aplikasi, full stack developer tentu tidak sekali dua kali melakukan perubahan kode. Nah, supaya setiap perubahan tersebut bisa terlacak dengan baik, menggunakan GIT sangat membantu. Selain GIT, Anda juga perlu tahu cara penggunaan GITHub. GITHub merupakan aplikasi berbasis website, di mana Anda bisa menyimpan setiap file kode GIT. Di samping itu, ia juga diibaratkan seperti media sosial untuk para developer. Jadi, masing-masing developer bisa menyimpan, membagikan, dan mengatur setiap file proyek yang ada di dalamnya.

Read More
07

Algoritma dan Struktur Data

Supaya bisa menciptakan aplikasi atau website yang sempurna, Anda juga harus memahami dasar-dasar algoritma dan struktur data. Algoritma merupakan sebuah metode untuk memecahkan suatu masalah dengan cara logis dan sistematis.  Sedangkan struktur data merupakan cara mengelola data agar dapat digunakan secara efektif dan efisien. Skill kedua ini begitu penting untuk para full stack developer. Khususnya untuk menciptakan produk aplikasi atau website yang mudah digunakan user.

Read More
08

Memahami UI

UI (User Interface) bergantung pada desain tampilan aplikasi atau website secara visual. Sedangkan UX (User Experience) mengutamakan setiap fungsi yang ada di dalam aplikasi atau website agar mudah teraplikasi oleh pengguna.  Di UI, Anda perlu menguasai soal kombinasi warna, font, simbol dan sebagainya yang bisa menarik perhatian pengguna. Ini pula yang menjadi faktor penting untuk menambah value dari brand website atau aplikasi itu sendiri.

Read More
09

Memahami UX

User Experience adalah perasaan dari para pengguna dalam menggunakan produk digital. Perasaan tersebut bisa terlihat dari kenyamanan pengguna dalam memakai produk digital dengan lebih mudah dan menyenangkan. Pengertian User Experience didefinisikan menjadi tiga kriteria, yakni: mudah dalam penggunaan, aksesibilitas, dan nyaman dalam penggunaan. Tujuan user experience adalah membuat para penggunanya puas dan kembali lagi untuk menggunakan aplikasi.

Read More